Jose Mourinho tentu pantas untuk disalahkan. Perfomance Man United di musim ini ibarat permainan yo-yo yang naik turun. Tak konsisten menjadi kelemahan mendasar Romelu Lukaku cs. Pasalnya secara kualitas pemain, Man United memiliki skuat yang tak jauh berbeda dibanding Man City.
Jose Mourinho pun layak untuk tidak lagi melatih Man United pada musim depan. Kiranya sudah cukuplah fans Man United bersabar selama dua musim ini melihat tim kesayangan mereka berada di tempat yang tidak semestinya.
Sebenarnya tak butuh ulasan taktik atau soal perolehan gelar untuk mempertahankan atau tidak Mourinho. Cukup lihat soal neraca keuangan Man United selama dibesut pria Portugal ini. Angka Rp 6,6 triliun yang dikeluarkan Man United selama Mourinho melatih tentu jadi merugi jika Red Devils hanya mampu meraih gelar kasta kedua.
Dikutip dari transfermarkt.com (16/04/18), sejak ditunjuka jadi pelatih pada 27 Mei 2016, Mourinho telah membelanjakan uang sebesar 350,4 juta poundsterling atau setara dengan Rp 6,6 triliun. Mou selama di Man United juga sudah melepas 11 pemain dan manajemen MU hanya mendapat Rp 1,6 triliun dari pelepasan para pemain tersebut. Besar pasak dari pada tiang.
Pertanyaannya kemudian, siapa yang layak gantikan Mourinho?
Satu nama yang layak diprioritaskan ialah salah satu alumni terbaik Old Trafford, Ole Gunnar Solskjaer. Si baby face yang saat masih bermain dikenal sebagai salah satu striker 'pembunuh' terbaik di Liga Inggris ini memiliki rekam jejak bagus usai resmi berganti karier jadi pelatih.
Pria yang menyandang UEFA Pro licence ini masuk dalam jajaran pelatih termuda yang cukup sukses. Bersama Molde FK, Solskjaer mampu mempersembahkan 3 gelar bergengsi bersama klub Norwegia tersebut.
Nama Solskjaer sendiri sempat digadang-gadang bakal jadi pelatih Man United usai Sir Alex Ferguson pensiun, sayangnya rumor itu tak menjadi kenyataan. Dengan kondisi mental pemain Man United saat ini, sosok pemain yang telah sumbang 91 gol di Old Trafford sangatlah tepat.
Pertama, jelas ia sudah memiliki lisensi kepelatihan, kedua ia sempat menjadi pelatih tim cadangan Man United pada 2008 hingga 2011, ketiga ia merupakan orang yang paham betul dengan budaya dan filosofi Man United, keempat ia merupakan salah satu lulusan Old Trafford yang sukses jadi pelatih.
Faktor ketiga menjadi sangat penting karena semenjak Sir Alex Ferguson, minus Ryan Giggs, Man United tak memiliki pelatih yang paham betul dengan budaya dan filosofi Man United.
Sir Alex Ferguson memang sempat berkata bahwa Man United belum waktunya menggaet pelatih muda. “Saya pikir, klub tidak akan mengambil pelatih muda, mengingat beban berat yang ada di dalam pekerjaan ini,” kata Fergie seperti dikutip dari manutd.com (16/04/18).
Namun melihat perfomance bagus mantan anak asuhnya, Solskjaer, saya rasa Fergie bakal sangat setuju untuk pria berusia 45 tahun itu menggeser posisi Mourinho di musim depan.
sumber


